Hadapi Kabut Asap, SDIT Wildan Mamuju Libatkan Guru, Komite, dan Orang Tua Rumuskan Pembelajaran Jarak Jauh
MAMUJU, 17 Oktober 2026 — Menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Mamuju Nomor 05.DIKPORA Tahun 2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Dampak Kabut Asap dan Penurunan Kualitas Udara, SDIT Wildan Mamuju menggelar musyawarah bersama guru, Komite Sekolah, dan perwakilan orang tua murid pada Sabtu malam (17/10/2026).
Musyawarah yang dimulai pukul 20.15 WITA secara Daring tersebut turut melibatkan perwakilan orang tua dari setiap kelas melalui Forum Orang Tua Murid (FOM). Pertemuan ini bertujuan merumuskan langkah teknis pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang akan dimulai pada Senin, 19 Oktober 2026.
Berbeda dengan sekadar membahas perubahan metode pembelajaran, musyawarah ini secara khusus menempatkan keadilan bagi keluarga dan keterjagaan mutu pembelajaran siswa sebagai dua pertimbangan utama.
Hal tersebut dilatarbelakangi oleh beragamnya kondisi keluarga peserta didik. Sebagian orang tua memiliki kesibukan bekerja sejak pagi hingga sore, beberapa keluarga memiliki tiga anak atau lebih yang bersekolah di SDIT Wildan, sementara keluarga lainnya menghadapi keterbatasan perangkat digital maupun akses internet.
Kondisi tersebut menjadi perhatian sekolah agar pelaksanaan PJJ tidak justru menghadirkan beban baru bagi orang tua dan peserta didik.
Sepakati Pembelajaran yang Fleksibel dan Berkeadilan
Dalam musyawarah tersebut, pihak sekolah memaparkan konsep PJJ yang mengutamakan pembelajaran fleksibel berbasis aktivitas belajar mandiri, dengan pendampingan guru dan asesmen berkelanjutan.
Konsep yang dipresentasikan mendapat persetujuan dalam forum musyawarah dan disepakati sebagai dasar teknis pelaksanaan PJJ di SDIT Wildan Mamuju.
Salah satu kesepakatan penting adalah penggunaan pembelajaran asinkron melalui WhatsApp sebagai model utama, sehingga siswa tidak diwajibkan mengikuti pembelajaran daring secara langsung pada jam yang sama.
Sekolah juga memberikan ruang bagi penggunaan bahan belajar luring untuk keluarga yang menghadapi keterbatasan akses internet atau perangkat digital.
Selain itu, jumlah aktivitas belajar akan diatur secara proporsional. Setiap hari siswa diarahkan menyelesaikan satu aktivitas pembelajaran utama dan maksimal satu aktivitas pendukung, dengan waktu pengerjaan dan pengumpulan yang fleksibel.
Kebijakan tersebut diharapkan memungkinkan orang tua yang bekerja tetap dapat mendukung pembelajaran anak setelah menyelesaikan aktivitasnya, tanpa harus meninggalkan tanggung jawab pekerjaan.
Fleksibilitas Tidak Mengurangi Mutu Pembelajaran
Meskipun memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan, sekolah tetap menegaskan pentingnya kualitas proses pembelajaran.
Setiap aktivitas yang diberikan guru harus mengacu pada tujuan pembelajaran yang jelas, disertai asesmen formatif dan umpan balik terhadap perkembangan belajar siswa.
Wali kelas akan berperan sebagai koordinator untuk memastikan kegiatan pembelajaran berlangsung terarah, termasuk mengatur komunikasi dengan orang tua dan menghindari penumpukan tugas dari berbagai mata pelajaran.
Pembelajaran Al-Qur'an yang menjadi salah satu program unggulan SDIT Wildan juga tetap dilaksanakan dengan penyesuaian metode, sehingga pembinaan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an dapat terus berjalan.
Sekolah turut merencanakan pemantauan dan evaluasi berkala untuk mengidentifikasi hambatan yang dialami siswa serta menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Menguatkan Kolaborasi Sekolah dan Keluarga
Keterlibatan Komite Sekolah dan Forum Orang Tua Murid dalam musyawarah ini menjadi bagian dari upaya membangun kebijakan pendidikan yang mempertimbangkan kondisi nyata keluarga peserta didik.
Melalui kesepakatan bersama tersebut, SDIT Wildan Mamuju berharap pelaksanaan PJJ tidak sekadar menjadi pengganti kegiatan tatap muka, tetapi tetap menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, terarah, dan dapat dijangkau seluruh siswa.
Hasil musyawarah selanjutnya akan menjadi dasar penyempurnaan Petunjuk Teknis (Juknis) PJJ Internal sebagai pedoman bagi seluruh guru dalam melaksanakan pembelajaran selama masa penyesuaian akibat kabut asap.
SDIT Wildan Mamuju berkomitmen bahwa perbedaan kondisi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
Dengan semangat kolaborasi antara sekolah, guru, komite, dan orang tua, diharapkan proses pendidikan tetap berjalan dengan baik sekaligus mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh peserta didik.
Humas SDIT Wildan Mamuju
Unggul dan Berprestasi